Senin, 27 Desember 2010

Proses menghadapi kematian…merupakan bagian dari kehidupan normal yang harus dijalani…permasalahannya adalah bagaimana menjalani proses kematian secara manusiawi dan bermartabat,terutama berkenaan dengan kondisi terminal dan ini harus dipahami secara kontekstual
Kondisi Terminal
Suatu kondisi dimana seseorang mengalami sakit atau penyakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh dan menuju pada proses kematian dalam 6 bulan atau kurang ……

“an incurable and irreversible condition that result from injury or illness and that reasonable medical professionals would agree will probably result in death of the person with the injury or illness in six months or less”
(Legislature of the State of Arizona)
Kematian
Sebagai wujud kehilangan kehidupan dan abadi sifatnya , baik bagi yang tengah menjalani proses kematian maupun bagi yang ditinggalkan . kematian ini dapat bermakna berbeda bagi setiap orang. Wolf (1989:754) mengemukakan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan dan hak untuk meninggal secara damai dan nyaman, dan perawat dapat menyediakan bantuan keperawatan yang memungkinkan seseorang untuk meninggal secara damai menurut jalannya
Pengalaman dan Kesadaran seseorang dalam menjalani proses kematian (NDEs & NDAs)
* Dalam konteks kondisi terminal, NDEs(Near Death Experience) merupakan pengalaman yang dirasakan sejalan dengan perubahan kondisi fisik yang dialami,sedangkan NDAs (Near death Awareness) merupakan pengalaman yang signifikan menjelang kematian, dapat terjadi tanpa disertai perubahan kondisi fisik,berfungsi untuk menyiapkan diri menghadapi kematian, dan dialami bila pasien dalam kondisi sadar penuh
Pada proses ini :
* Secara sadar yang berssangkutan meriviu pengalaman hidupnya secara mendetil , hal yang menjadi minat utamanya, dan bila memungkinkan berupaya terlibat dalam aktifitas itu
* Yang bersangkutan mengidentifikasi apa yg selama ini telah dipelajarinya dan kontribusi apa yang telah diberikan ke sekelilingnya,maaf memaafkan menjadi kepedulian utama, ybs menyadari ini merupakan aspek penting untuk mengatasi masalah yang tidak dapat diselesaikan
* Ybs memulai proses dengan menyatakan selamat berpisah kepada semua aspek kehidupan.. Melepaskannya satu persatu pada waktu yang berbeda, aktifitas,peran,kemandirian/kewenangan dll
PROBLEM yang berkaitan dengan THE DYING
Problem fisik, berkaitan dengan kondisi /penyakit terminalnya: nyeri, perubahan berbagai fungsi sistem tubuh, perubahan tampilan fisik
Problem psikologis, Ketidak berdayaan : kehilangan kontrol, ketergantungan, kehilangan diri dan harapan
Problem social, Isolasi dan keterasingan, perpisahan
Problem spiritual, faith,hope,fear of unknown
Ketidak-sesuaian, antara kebutuhan dan harapan dengan perlakuan yg didapat (dr,perawat,keluarga dsb)
TAHAPAN RESPON KLIEN terhadap DYING PROCESS (Kubler – Ross,1969) :
DENIAL – penolakan
ANGER – marah
BARGAINING – tawar menawar
DEPRESSION – kesedihan mendalam
ACCEPTANCE – menerima
DENIAL
No – not me, it can not be true
Respon dimana klien tidak percaya atau menolak terhadap apa yang dihadapi/ sedang terjadi. YBS tidak siap terhadap kondisi yang dihadapi dan dampaknya.DENIAL berfungsi sebagai buffer setelah mendengar sesuatu yang tidak diharapkan…
Ini memungkinkan bagi pasien untuk membenahi diri.. dengan berjalannya waktu, sehingga tidak defensif secara radikal.
ANGER
why me?
Fase marah terjadi saat fase denial tidak lagi bisa dipertahankan.
Rasa kemarahan ini sering sulit dipahami oleh keluarga/orang terdekat oleh karena dapat terpicu oleh hal-hal yang secara normal tidak menimbulkan kemarahan.Rasa marah ini sering terjadi karena rasa tidak berdaya,bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja tetapi umumnya terarah kepada orang-orang yang secara emosional punya kedekatan hubunga
BARGAINING
Klien mencoba untuk melakukan tawar menawar dengan Tuhan agar terhindar dari kehilangan yang akan terjadi,ini bisa dilakukan dalam diam atau dinyatakan secara terbuka.Secara psikologis tawar menawar dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau dosa masa lalu
DEPRESSION
Rasa kesedihan yang mendalam sebagai akibat kehilangan (past loss & impending loss),ekspresi kesedihan ini – verbal/non verbal merupakan persiapan terhadap kehilangan/perpisahan abadi dengan apapun dan siapapun
ACCEPTANCE
Pada tahap menerima ini, klien memahami dan menerima keadaannya,yang bersangkutan mulai kehilangan interest dengan lingkungannya,dapat menemukan kedamaian dengan kondisinya, dan beristirahat untuk menyiapkan dan memulai perjalanan panjang
TINGKAT KESADARAN (State of awareness) terhadap kondisi terminal, baik dari sisi pasien atau keluarga harus dikaji untuk menentukan bagaimana perawat harus berkomunikasi dengan pasien dan keluarga .Tingkat kesadaran ini meliputi :
Clossed awareness
dalam hal ini klien dan keluarga tidak menyadari datangnya kematian, tidak tahu mengapa sakit dan percaya akan sembuh
Mutual pretense
Dalam hal ini klien,keluarga,team kesehatan tahu bahwa kondisinya terminal tetapi merasa tidak nyaman untuk dan menghindari membicarakan kondisi yang dihadapi klien. Ini berat bagi klien karena tdk dapat mengekspresikan ketakutannya
Open awareness
Pada kondisi ini klien dan orang disekitarnya tahu bahwa ia berada diambang kematian sehingga tidak ada kesulitan untuk membicarakannya. Pada tahap ini klien dapat dilibatkan untuk proses intervensi keperawatan
KEPERAWATANthe unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well (or to a peaceful death) in the performance of those activities in such a way that he/she can perform unaided if he/she has the necessary strength,will or knowledge (V.Henderson, 1967)
ICN (1987) merumuskan nursing sebagai

NURSING encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages,family, groups and communities, sick or well and in all settings. Nursing includes the promotions of health, prevention of illness and the care of ill, disable and dying people …”
Dari kedua pengertian keperawatan tsb,
1. Profesi keperawatan menekankan pentingnya kontribusi perawat dalam pendampingan klien yang berada dalam ambang kematian
2.
Perawat harus membantu klien untuk dapat menjalani dan menyongsong proses kematian secara manusiawi, damai dan bermartabat
Tujuan keperawatan klien dengan kondisi terminal secara umum :
Menghilangkan/ mengurangi rasa kesendirian,takut dan depresi
Mempertahankan rasa aman, harkat dan rasa berguna
Membantu klien menerima rasa kehilangan
Membantu kenyamanan fisik
“Mempertahankan harapan”
(faith and hope)
Intervensi Keperawatan:
Tahap denial..Beri dukungan pada fase awal karena ini berfungsi protektif dan memberi waktu bagi klien untuk melihat kebenaran..bantu untuk melihat kebenaran dengan konfirmasi kondisi a.l. melalui second opinion
Tahap anger ..Bantu klien untuk memahami bahwa marah adalah respon normal akan kehilangan dan ketidak berdayaan..siapkan bantuan berkesinambungan agar klien merasa aman
Tahap bargaining.. Asah kepekaan perawat bila fase tawar menawar ini dilakukan secara diam-diam.. Bargaining sering dilakukan klien karena rasa bersalah atau ketakutan terhapap bayang-bayang dosa masa lalu…Bantu agar klien mampu mengekspresikan apa yang dirasakan…apabila perlu refer ke pemuka agama untuk pendampingan
Tahap depresi..Klien perlu untuk merasa sedih dan beri kesempatan untuk mengekspresikan kesedihannya..
Perawat hadir sebagai pendamping dan pendengar
Tahap menerima..Klien merasa damai dan tenang..dampingi klien untuk mempertahankan rasa berguna (self worth)..berdayakan pasien untuk melakukan segala sesuatu yang masih mampu dilakukan dengan pendampingan..fasilitasi untuk menyiapkan perpisahan abadi
Kepustakaan :
Kemp & Pillitteri (1984) ,Fundamentals of Nursing, Boston :Little Brown&co
Kubler-Ross,E.,(1969) ,On Death and Dying, ,London: Tavistock Publication
Kircher & Callanan (2003),Near Death Experiences and DeathAwareness in the Terminally Ill,Connecticut :www.iands org
Kozier & Erb (1991),Fundamentals of Nursing,vol.II, 4th ed.,California : Addison-Wisley Publishing Co.
Legislature of the State Of Arizona,Medical treatment;Terminal Illness,HB 2001-432R-1 Ver,ALIS onlineNorthern Territory of Australia (1997),Right of the Terminally Ill Act
Pattison,Mansell (1977), The Experience of Dying, Englewood Cliffs:Prentice- Hall Inc.
www.growthhouse.org, Grief,anger and loss : Improving care of the Dying

Anemia terjadi apabila kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah sangat kurang. Normalnya, kadar hemoglobin dalam darah seseorang sekitar 12 g/100 ml.
1. Anemia ringan: kadar hemoglobin dalam darah berkisar 9-11 g/100 ml
2. Anemia sedang: kadar hemoglobin antara 6-8 g/100 ml
3. Anemia berat: kadar hemoglobin kurang dari 6 g/100 ml.

Kadar hemoglobin dalam setiap sel darah akan menentukan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Seperti kita tahu, oksigen diperlukan demi kelancaran seluruh fungsi organ tubuh.
Penyebab anemia:
1. Kekurangan zat besi dan asam folat yang disebut anemia defisiensi besi. Selain itu bisa juga karena kekurangan asam folat dan vitamin B12 (anemia megaloblastik).
2. Sumsum tulang belakang yang kurang mampu membuat sel-sel darah baru (anemia hipoplastik)
3. Penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya (anemia hemolitik)
Meningkatnya volume darah berarti meningkat pula jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah.

Ciri-ciri penderita anemia:
Acap kali tidak menampakkan gejala khusus, tetapi secara fisik penderita akan terlihat pucat terutama pada selaput lendir kelopak mata, bibir, juga kuku. Selain itu, tubuh terasa lesu, lemah, mudah lelah, sering menderita pusing disertai pandangan berkunang-kunang terutama ketika bangkit dari posisi duduk atau membungkuk. Konsentrasi pun jadi menurun.

Caramengatasi anemia:
Memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, asam folat juga vitamin B, seperti hati, daging, kuning telur, ikan teri, susu, dan kacang-kacangan seperti tempe dan susu kedelai, serta sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, dan katuk.
Selain itu, konsumsi juga jenis makanan yang mempermudah penyerapan zat besi, misalnya makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Yang perlu dihindari adalah makanan/minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, misalnya kopi serta teh.



ILMU GIZI
A. PENGERTIAN ILMU GIZI
1. Nutrisi = Gizi
Kata gizi berasal dari bahasa Arab “gizzah”, dalam bahasa latin “nutrire”
artinya makanan atau zat makanan sehat.
Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya, untuk kesehatan dan masalah kesehatan.
Definisi ilmu gizi adalah proses tubuh memanfaatkan makanan yang dimulai dari mengunyah, menelan, mencerna, menyerap, mendistribusi, menggunakan dan membuang yang tidak terpakai.
2. Zat Gizi
Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsi yaitu menghasilkan energi, membangun sel-sel, memelihara jaringan dan mengatur proses-proses tubuh.
3. Status Gizi
Keadaan tubuh/ekspresi
sebagai akibat komsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi.
1) GIZI BURUK
= KEP (Kekurangan Energi Protein) / Energi,
Kwaskhiorkor / Protein.
2) GIZI KURANG
= Yodium, Vit A, Zat Besi, Vit C, dll.
3) GIZI BAIK
= Normal, baik
4) GIZI LEBIH
= Obesitas.
4. Malnutrisi (Gizi Salah)
Adalah keadaan patologis akibat kekurangan/kelebihan secara relatif
maupun absolut satu atau lebih zat gizi.
Ada 4 bentuk malnutrisi :
1) UNDER NUTRITION =
Kekurangan
komsumsi
pangan
secara relatif / absolut untuk waktu tertentu contoh bencana alam.
2) UNDER NUTRITION =
Kelebihan
komsumsi
makanan
untuk periode tertentu contoh panen raya.
3) SPECIFIC DEFISIENCY=
Kekurangan zat gizi waktu tertentu,
contoh vit A, vit. C, FE, dll
4) INBALANCE
=
Karena disproporsi zat gizi contoh
kolesterol dikarenakan tidak seimbangnya kadar LDL, HDL, VLDL.
5. Bahan Makanan
Makanan yang dalam keadaan mentah atau setengah jadi.
6. Makanan Pokok
Merupakan jenis / kelompok makanan yang sering dikomsumsi atau
memiliki frekwensi sering dimakan dibanding yang lainnya.
7. DIET/DIIT
Adalah suatu istilah untuk mengetahui seberapa banyak jumlah dan jenis bahan makanan / minuman yang dikomsumsi seseorang dalam membantu menyembuhkan penyakit, mempertahankan kondisi kesehatan tubuh kita.
B. KEBUTUHAN GIZI DAN AKIBAT YANG TIMBUL PADA TUBUH
Makanan sehari-hari yang kita makan dan pilih dengan baik akan memberikan semua zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi secara normal dan agar kita tetap hidup.
Bila makanan tidak dipilih dengan baik maka akan mengalami kekurangan zat-
zat gizi esensial tertentu.
Zat gizi esensial adalah zat gizi yang harus didatangkan dari makanan.
Ada tiga fungsi zat gizi dalam tubuh :
Memberi energi = Karbohidrat, lemak dan protein
Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh= protein, air dan mineral.
Pengatur proses tubuh = protein, mineral air dan vitamin.
Akibat gangguan gizi pada fungsi tubuh :
a. Bila kekurangan
Kekurangan gizi secara umum baik kurang secara kualitas dan kuantitas
menyebabkan gangguan pada proses-proses tubuh seperti :
Gangguan pertumbuhan
Gangguan produksi kerja
Gangguan pertahanan tubuh
Gangguan struktur dan fungsi otak
Gangguan perilaku
b. Bila kelebihan
Gizi lebih menyebabkan terjadinya kegemukan atau obesitas, dan merupakan salah satu faktor resiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, hati dan penyakit kantong empedu, dll
C. SUMBER-SUMBER ZAT GIZI
Sumber-sumber zat gizi makanan terdiri atas enam zat gizi (nutrients) :
1. Karbohidrat
2. Lemak
3. Protein
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air
Zat gizi / nutrients dapat dikelompokkan dalam dua bagian :
- Mikronutrient adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi
penting (Vit, mineral, dan air)
- Maktonutrient adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar dalam
tubuh yang menghasilkan energi / KHPL

Penjelasan :
KARBOHIDRAT
A. Definisi
Karbohidrat adalah campuran atau ikatan organik yang mengandung unsur- unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan oksigen (O), rumus umum : Cn H2n On. Rumus molekulnya CH2O.
B. Klasifikasi
Klasifikasi KH sesuai dengan kenyataan bahwa semua bentuknya berasal
dari glukosa yang sering disebut Gula (Sacharida).
Menurut bentuknya KH diklasifikan atas tiga :
1. Monosakarida
2. Disakarida
3. Polisakarida
C. Fungsi KH
1. Sumber utama energi tubuh.
2. Pemberi rasa manis pada makanan fruktosa, glukosa, maltosa, dan laktosa.
3. Penghemat protein maksudnya bila KH kurang dalam tubuh maka protein
yang dipakai dan bila sebaliknya, maka protein dipakai untuk pertumbuhan.
4. Pengatur metabolisme lemak normal.
Bila KH tidak cukup maka dalam jumlah besar akan memakai lemak yang
menghasilkan energi dan produk tubuh berupa asam keton.
5. Membantu pengeluaran faeses.
Dengan cara mengatur peristaltic usus dan membentuk pada faeses.
6. Laktosa dapat menetap lebih lama dalam usus dibanding disakarida lain, hingga membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri yang berguna dalam efek pencahar dan memproduksi vitamin-vitamin tertentu dalam usus.
PROTEIN
A. Definisi
Senyawa organik yang kompleks yang tersusun atas asam-asam amino kompleks yang mengandung unsur karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan juga unsur nitrogen, sulfur dan belerang yang membedakan dengan karobhidrat dan lemak.
B. Klasifikasi
Klasifikasi protein ada dua yaitu menurut komposisi protein dan menurut
sumber protein.
Menurut komposisi protein ada dua yaitu:
1. Protein sederhana/ simple protein adalah protein yang hanya membedakan asam sebagai hasil hidrolisisnya seperti kuning telur, albumin, gluten prolamin dan histen.
2. Protein terikat / conyungated protein adalah protein yang terdiri atas protein sederhana dan senyawa lain yang bukan protein seperti glikoprotein lipoprotein, phosphoprotein dan kromoprotein yang terikat dengan zat pewarna (hemoglobin, rodopsin pada mata).
Menurut sumber protein ada dua yaitu:
1. Protein dari bahan makanan hewani (retinol)
2. Protein dari makanan nabati (karoten)
C. Fungsi Protein
1. Mengganti jaringan sel-sel yang rusak dan kalah.
2. Membangun dan membentuk jaringan tubuh yang baru.
3. Merupakan sumber energi panas.
4. Diperlukan untuk sekresi cairan tubuh yang penting seperti : enzim, hormon.
5. Dalam bentuk imunoglobulin (anti body) protein berguna sebagai resisten
kekebalan.
6. Dalam lipoprotein berguna sebagai transportasi trigliserida, kolesterol dan
phospolipid.
7. Dalam bentuk albumin akan mengangkut asam lemak bebas, bilirubin dan
memelihara tekanan Osmotik yang normal diantara cairan tubuh.


Gizi atau Nutrisi dikenal masyarakat umum sebagai suatu ilmu yang berkecimpung dalam hal masakan atau makanan, padahal sebenarnya gizi bukan hanya sekedar mengurusi perihal makanan melainkan hubungannya antara makanan dengan kesehatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari masalah nutrisi, dimana
pemenuhannya harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Bilamana terjadi
penyimpangan dalam pemenuhannya maka akan dapat mengakibatkan terjadinya
gangguan keseimbangan tubuh.
Penyimpangan dapat berupa pemenuhan makronutrient (kalori, lemak, protein dan karbo hidrat) maupun mikronutrient (vitamin dan mineral).
LEMAK
A. Definisi
Suatu istilah umum dari suatu senyawa organic atau sekelompok senyawa nitrogen yang bahan-bahannya mengandung asam lemak baik dalam bentuk cair (OILS) atau minyak maupun bentuk padat (FATS) atau lemak.
B. Klasifikasi
Klasifikasi lemak secara umum ada tiga golongan :
1. Simple Lipids / lemak sederhana adalah asam lemak dengan berbagai macam alkohol contoh : mono gliserol, di gliserol, tri gliserol, asam lemak + alkohol.
2. Compound lipids / lemak majemuk adalah gliserol yang berikatan dengan zat kimia lainnya, misalnya : Phospolipid, Glycolipid, Lipoprotein.
3. Deripat lipids / turunan lemak adalah merupakan zat-zat yang berasal dari kombinasi antara lemak sederhana dengan lemak majemuk seperti asam lemak dengan alkohol.
C. Fungsi Protein
1. Dalam pembentukan ester kolesterol
2. Pembentukan phospholipid dalam darah
3. Precusor dari prostaglandin, thromboxane, dan prostacycline yaitu senyawa
yang menyerupai hormon yang berpartisipasi dalam :
a. Pengaturan tekanan darah
b. Denyut jantung
c. Pelebaran pembuluh darah
d. Pembekuan darah
e. Respon kekebalan dan keaktifan sistem syaraf pusat.
MINERAL
A. Definisi
Mineral adalah suatu zat gizi an organik yang merupakan abu bahan biologi, yang tersisa setelah pembakaran bahan-bahan organik dari makanan atau jaringan tubuh dalam bentuk ion-ion.
B. Klasifikasi
Secara umum klasifikasi mineral dikelompokkan atas dua, yaitu :
1. Macromineral, adalah mineral yang ditemukan dalam jumlah banyak dalam tubuh, misalnya Calcium (Ca), Phosphor (P), Kalium (K), Cl (Cinlor), Mg (Magnesium), Sulfur (S).
2. Micromineral adalah mineral yang ditemukan dalam jumlah sedikit didalam tubuh, tapi sangat penting dalam proses metabolisme tubuh, misalnya : Fe (Ferum), Cu (Cuprum), Co (Cobalt), Mn (Mangan), Zn (Zimcum), dan I, Se, F.
C. Fungsi Protein
1. Sebagai building material, dimana sebagian besar merupakan mineral tulang
dan hanya sebahagian kecil sebagai bagian-bagian tubuh lainnya.
Misalnya :
- Tulang dan gigi oleh Ca, P
- Rambut, kuku, kulit oleh Sulfur
- Darah oleh Fe, Ca, Na, P, Cu, dan garam2an
2. Sebagai body regulator disini sebagai pengatur proses-proses tubuh yang
esensial dalam berbagai reaksi fisik dan kimia metabolisme tubuh.
Misalnya :
- Keseimbangan asam dan basa oleh Cl, S, Ca, Na, K, Fe, Mg.
- Keseimbangan cairan oleh Na, K
- Kontraksi otot oleh Na, K, Mg
AIR
A. Definisi
Air adalah suatu bahan penting yang berwujud atau senyawa tunggal yang terbesar dalam tubuh sebagai suatu pelarut utama dibanding bahan-bahan lainnya. Air sangat berpartisipasi dalam berbagai reaksi dan membantu memberi struktur pada sel-sel tubuh serta menjaga dan memelihara temperatur tubuh kita.
B. Klasifikasi
Klasifikasi air dalam kebutuhan biasa dan orang sehat intake air dikontrol oleh rasa haus (dahaga). Setiap 100 gram lemak atau protein, karbohidrat memerlukan sekitar 41 gram air atau 200 ml – 300 ml / hr.
Bila diterjemahkan adalah :
- Dewasa
= 35 ml / kg BB biasa / hr
- Bayi
= 150 ml / kg BB biasa / hr
Air banyak dibutuhkan tetapi H2O yang banyak mengandung zat-zat gizi
hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikro).
- Air pada laki-laki >> wanita
- anak muda >> orang tua
- Atletik >> Non Atlet
C. Fungsi Protein
1. Air merupakan pelarut dan alat angkut dalam tubuh
2. Air sebagai katalisator dalam reaksi biologik dalam sel, termasuk saluran
cerna.
3. Air sebagai pelumas pada sendi-sendi.
4. Air memelihara konsentrasi fisik dan kimia dari cairan intra dan ekstra seluler
serta menjaga suhu tubuh.
5. Air sebagai peredam benturan.


Masalah nutrisi yang akhir-akhir ini muncul di masyarakat merupakan masalah gizi ganda yakni masalah gizi kurang (hiponutrient) dan masalah gizi lebih (hipernutrient).
Masalah gizi kurang yang sering timbul antara lain Defisiensi Kalori Protein (KKP), Defisiensi Iodium, Defisiensi Zat Besi (Anemia), Defisiensi Vitamin A, dan berbagai defisiensi nutrisi lainnya. Sedangkan masalah gizi lebih yang banyak ditemukan antara lain Obesitas yang erat kaitannya dengan penyakit degeneratif seperti Diabetes Melllitus, Atherosklerosis dan ganguan fungsi organ tubuh lainnya.
Guna membantu menangani permasalahan nutrisi tersebut, para ahli gizi yang ada di RSUD Dr. Soedono Madiun siap memberikan solusi dalam hal pengaturan makanan atau diit bagi siapapun yang memerlukan. Solusi yang dimaksud antara lain ahli gizi dapat membantu mengetahui kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi, macam dukungan nutrisi yang diperlukan, macam nutrisi yang harus dipenuhi dan dihindari, serta pengaturan diit sehari-hari.

Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.
Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan standard kebutuhan dasar nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA). Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri
Nilai gizi yang diperlukan:
~~~~~~~~~~~ TKTP I ---- TKTP II
kalori 2590 ---- 3020
protein (g) 103 ---- 125
lemak (g) 73 ---- 103
hidrat arang (g) 398 ---- 416
kalsium (g) 0,7 ---- 1,4
besi (mg) 30,2 ---- 36
vit. A (SI) 9062 ---- 9787
thiamin (mg) 1,5 ---- 1,7
vit. C (mg) 114 ---- 116
Bahan makanan yang baik untuk diberikan:
sumber protein hewani: ayam, daging, hati, ikan, telur, susu, keju.
sumber protein nabati: kacang-kacangan dan hasilnya (tahu, tempe, oncom).
Bahan makanan yang dihindarkan:
Makanan yang terlalu manis dan gurih yang dapat mengurangi nafsu makan seperti gula
-gula, dodol, cake, tarcis dsb.
Untuk memudahkan, makanan yang diperlukan untuk menambah konsumsi kalori dan
 protein pada makanan biasa ditambahkan lauk dan susu.
Gizi sudah optimal akan tampak dari indeks massa tubuh (IMT) yang normal.
IMT = Berat Badan (kg)/[Tinggi Badan (m) x Tinggi badan (m)]
Contoh : BB = 52 kg, TB = 160 cm = 1,6 m
IMT = 52/(1,6x1,6) = 52/2,56 = 20,31 kg/m2 (--> normal)
Klasifikasi nilai IMT :
Berat IMT (kg/m2)
Underweight < 18,5
Normal 18,5 - 25,0
Overweight 25,0 - 29,9
Obese 1 30 - 34,9
Obese II 35 <
Kolesterol merupakan lemak jenuh yang hasilkan oleh hewan. Kolesterol dihasilkan dari simpanan lemak tubuh dan juga dari simpanan kelebihan karbohidrat yang tidak digunakan sebagai sumber energi dan cadangan karbohidrat (glikogen).
Kolesterol di produksi oleh organ tubuh yaitu hati. Kolesterol bukanlah tanpa manfaat yang berarti bagi tubuh. Contohnya saja pada otak kita yang sebagian tersusun atas kolesterol. Kolesterol juga dikenal dua macam yaitu, kolestrol baik (HDL/High density Lippoprotein) dan kolesterol jahat (LDL/Low Density Lippoprotein).
Kolesterol baik ini berfungsi untuk membawa lemak dari hati keseluruh tubuh dan kolesterol jahat berfungsi sebaliknya.
Tumbuh-tumbuhan tidak bisa memproduksi kolesterol. Jadi semua produk yang berasal dari tumbuh-tumbuhan akan bebas kolesterol atau non kolesterol, termasuk minyak goreng yang berasal dari minyak kelapa sawit, minyak kelapa atau minyak tumbuh-tumbuhan lainnya. Jadi, semua minyak goreng yang berasal dari tumbuh-tumbuhan akan non kolesterol, tidak hanya produk yang diiklankan tersebut.
Diposkan oleh blog business di 06.24 2 komentar http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia, yaitu sekitar 1,5-2% berat badan. Artinya jika berat badan kita 50 kg, maka 0,750 - 1 kilogram adalah kalsium. Sekitar 99% kalsium berada dalam jaringan yang keras, yaitu jaringan tulang dan gigi. Selebihnya kalsium tersebar luas di dalam tubuh.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/images/ency/fullsize/17156.jpg
Sumber kalsium
Sumber kalsium utama adalah susu dan makanan yang diolah dengan bahan uatama susu. Sedangkan bahan makanan lain yang juga banyak mengandung kalsium adalah serealia, kacang-kacangan, tahu, tempe dan ikan yang dimakan dengan tulangnya. Sayuran hijau seperti bayam, sawi, daun melinjo, katuk, selada air dan daun singkong juga mengandung dalam jumlah yang cukup banyak.
Fungsi kalsium
Kalsium mempunyai berbagai fungsi di dalam tubuh, antara lain pembentukan tulang dan gigi, mengatur reaksi biologik, membantu kontraksi otot dan mengatur pembekuan darah.
Di dalam tulang, kalsium mempunyai dua fungsi yaitu sebagai bagian dari struktur tulang dan sebagai cadangan kalsium tubuh. Selama pertumbuhan, terjadi proses kalsifikasi untuk persiapan agar tulang bisa menopang berat badan saat anak mulai bisa berjalan. Simpanan kalsium disimpan dalam bagian ujung tulang panjang yang dinamakan trabekula. Simpanan ini berguna untuk mempertahankan kadar normal kalsium di dalam darah. Apabila, kadar kalsium di dalam darah berkurang, maka kalsium cadangan di dalam tulang akan diambil. Sehingga apabila, keadaan ini berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan kalsium cadangan di dalam tulang berkurang yang berakhir pada pengeroposan tulang.
Dalam pembentukan gigi, kalsium mempunyai peranan pada bagian dentin dan email gigi. Kalsium sangat diperlukan selama proses pembentukan gigi. Boleh dikatakan, gigi tidak mampu memperbaiki diri setelah keluar dari rrongga mulut. Kekurang kalsium selama masa pembentukan gigi dapat menyebabkan kerentanan terhadap kerusakan gigi.